Pemkot Pangkalpinang Gelar Pelatihan Barista bagi Penyandang Disabilitas, Wujudkan Kesetaraan Kesempatan Kerja
Pangkalpinang, IrroNews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang mulai melaksanakan pelatihan Peracikan Minuman Kopi TMT bagi penyandang disabilitas, Senin (22/6/2026). Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam mendorong inklusivitas di sektor ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kompetensi dan kemandirian peserta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.
Menurut Amrah, Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin terus menekankan pentingnya kesetaraan dalam pelayanan publik dan akses yang sama bagi seluruh warga untuk memperoleh kesempatan kerja maupun pengembangan keterampilan.
“Pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mewujudkan inklusivitas di sektor ketenagakerjaan. Bapak Wali Kota sangat menekankan kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi seluruh warga Pangkalpinang dalam menerima pelayanan dan meningkatkan kualitas hidupnya,” kata Amrah.
Ia menjelaskan, pelatihan barista dipilih karena memiliki prospek yang cukup baik seiring berkembangnya industri kopi dan usaha kedai kopi di berbagai daerah. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menguasai keterampilan dasar hingga teknik penyajian kopi yang dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun berwirausaha secara mandiri.
“Harapannya peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk bersaing di dunia kerja dan menciptakan peluang usaha sendiri,” ujarnya.
Amrah menambahkan, program tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung yang turut berperan dalam penyelenggaraan pelatihan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperluas akses pelatihan vokasi bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
“Dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Belitung menjadi bukti bahwa pengembangan kompetensi tenaga kerja disabilitas merupakan perhatian bersama. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta,” katanya.
Pelatihan yang dimulai hari ini diikuti oleh sejumlah penyandang disabilitas di Kota Pangkalpinang dan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan materi yang berfokus pada keterampilan barista, pelayanan pelanggan, serta penguatan kemampuan kerja peserta.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja sehingga dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.
Penulis: Iriyanto
Editor: Gladys







